๐๐๐๐๐ – Merespon rilis data resmi Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) per Juni 2026, seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut) bergerak cepat mengambil langkah preventif menyusul peringatan global terkait ancaman gelombang El Nino 2026.
โSeluruh jajaran birokrasi Mulai dari diinstruksikan untuk segera menyusun peta mitigasi guna mengantisipasi potensi krisis pangan dan kelangkaan air bersih.
โโDalam laporan tersebut, WMO memproyeksikan lonjakan probabilitas kemunculan cuaca ekstrem akibat El Nino hingga mencapai 90 persen menjelang akhir tahun.
Dalam instruksinya, โBupati Minahasa Utara ๐ฑ๐๐๐๐ ๐ฎ๐๐๐ ๐, menegaskan bahwa wilayah Sulawesi Utara khususnya Minut, harus bersiap menghadapi potensi dampak terburuk di lapangan.
โBupati Joune <span;>meminta seluruh jajarannya tidak meremehkan situasi dan berkaca pada pengalaman pahit El Nino periode 2023โ2024 silam yang sempat memicu inflasi akibat gagal panen.
โโIni bukan lagi sekadar prediksi, melainkan alarm keras bagi ketahanan daerah kita. Probabilitasnya terus meningkat menuju akhir tahun, jadi kita harus menyiapkan skenario terburuk sejak dini,โ pesan JG
Ia juga menekankan empat sektor utama yang wajib dilindungi oleh jajaran Pemkab Minut, diantaranya;
โข โKetahanan Sektor Agraria
โโข โKetersediaan Air Bersih
โข โPencegahan Karhutla
โข โSektor Perikanan dan Kesehatan
Untuk itu, Bupati meminta Dinas Pertanian dan Dinas Pangan, bersama dengan otoritas kecamatan hingga tingkat desa, untuk aktif turun langsung ke lapangan. Langkah ini bertujuan untuk mengedukasi para petani mengenai pola tanam yang adaptif terhadap perubahan cuaca ekstrem.
โPemkab Minut kini memperketat koordinasi secara berkala dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau pergerakan dinamika cuaca secara real-time.
โโโFokus utama kita adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dan stabilitas ekonomi daerah tetap kokoh di tengah tantangan iklim global ini,โ terang Bupati Minahasa Utara
โ(SR)






