๐๐๐๐๐ โ Mewujudkan pembangunan berkelanjutan, pemerintah kabupaten minahasa utara mempresentasikan โproyek ambisius bertajuk Sustainable Community Development Based on Circular Waste Management in Island Areas of North Minahasa, Indonesia di hadapan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Kamis (11/06/2026).
โ
โProyek ini dirancang untuk mengatasi permasalahan sampah di wilayah kepulauan sekaligus mengintegrasikannya dengan pengembangan ekowisata berbasis ekonomi sirkular.
Dalam rapat secara ๐ ๐๐๐๐๐ tindak lanjut proyek ODA, Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Minahasa Utara, ๐บ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐บ๐๐๐๐๐๐๐๐, mewakili Sekretaris Daerah, memaparkan secara rinci konsep pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang akan diterapkan di Pulau Mantehage dan Pulau Nain.
โDengan posisi geografisnya yang strategis sebagai kawasan penyangga Taman Nasional Bunaken, Pulau Mantehage dan Pulau Nain dinilai memiliki potensi wisata bahari dan ekowisata yang sangat besar.
Sefferson dalam presentasinya, menegaskan bahwa proyek ini tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga secara langsung mendukung pengembangan ekonomi masyarakat dan sektor pariwisata.
โ
โProyek ini tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga mendukung pengembangan ekonomi masyarakat dan sektor pariwisata. Dengan pengelolaan sampah yang terintegrasi, kawasan wisata di Pulau Mantehage dan Pulau Nain diharapkan menjadi lebih bersih, sehat, dan menarik bagi wisatawan serta โmemperkuat posisi Minahasa Utara sebagai destinasi wisata.
Rapat yang difasilitasi oleh Direktorat Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular Kementerian Lingkungan Hidup ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Utara, Jein Barantian, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Minahasa Utara.
โSenada, dengan inisiatif tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Minut ๐ฑ๐๐๐ ๐ฉ๐๐๐๐๐๐๐๐ menyambut positif sekaligus menyatakan dukungan penuh.
Menurut Jein, integrasi antara pengelolaan sampah dan ekowisata merupakan langkah strategis untuk menjaga daya saing destinasi wisata sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan di kawasan kepulauan.
โ
โKeberhasilan pembangunan pariwisata sangat bergantung pada kualitas lingkungan. Karena itu, Dinas Pariwisata siap berkolaborasi dengan seluruh perangkat daerah, pemerintah pusat, masyarakat, dan mitra pembangunan internasional untuk mendukung implementasi proyek ini.
Kami optimistis program ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Pulau Mantehage dan Pulau Nain serta memperkuat citra Minahasa Utara sebagai destinasi wisata bahari yang bersih, lestari, dan berkelas dunia,โ ujar Kepala Dispar Minahasa Utara
Diketahui juga, keberhasilan diplomasi daerah ini tidak lepas dari peran aktif Bupati Minahasa Utara, ๐ซ๐. ๐ฑ๐๐๐๐ ๐ฎ๐๐๐ ๐, ๐บ๐ฌ., ๐ด๐จ๐ท., ๐ด๐ด., ๐ด๐บ๐, yang juga menjabat sebagai anggota Executive Bureau United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC).
Melalui jejaring global yang dimilikinya, Bupati Joune Ganda terus mendorong perluasan kemitraan internasional yang berdampak nyata bagi daerah, khususnya di bidang lingkungan, pengelolaan sampah, perubahan iklim, dan pariwisata berkelanjutan.
โKomitmen ini telah dibuktikan melalui keberhasilan Kabupaten Minahasa Utara menjadi tuan rumah The First Session of the Executive Bureau Meeting UCLG ASPAC 2024, yang mempertemukan para pemimpin daerah dari berbagai negara di Asia Pasifik. Kepercayaan internasional ini semakin memperkuat posisi Minahasa Utara sebagai mitra strategis dalam program kerja sama global.
โ
โJejaring internasional yang dibangun secara konsisten telah membuka peluang kolaborasi dengan berbagai lembaga internasional, termasuk penjajakan hibah dari Pemerintah Korea Selatan untuk proyek pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan ekonomi sirkular di Pulau Mantehage dan Pulau Nain. Proyek ini menjadi bukti bahwa diplomasi daerah mampu menghasilkan manfaat konkret bagi masyarakat dan pembangunan.
โ
Dengan demikian, Bupati Joune optimisme tinggi terhadap masa depan proyek ini.
โ
โPemerintah Kabupaten Minahasa Utara optimistis bahwa kolaborasi dengan Pemerintah Korea Selatan ini akan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan kawasan kepulauan yang bersih, berkelanjutan, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat posisi Minahasa Utara sebagai salah satu daerah yang aktif dalam agenda pembangunan global di tingkat lokal.” tukas JG
Ditambahkan juga, Proyek ini diharapkan memperoleh dukungan dan pendanaan sehingga mampu mempercepat terwujudnya sistem pengelolaan sampah yang modern, berkelanjutan, serta mendukung pengembangan ekowisata di Pulau Mantehage dan Pulau Nain sebagai bagian dari kawasan pariwisata unggulan Sulawesi Utara.
โ(SR)






