Didampingi Kadistan Bertha, Sekda Minut Buka FGD, Dimulainya Kajian Strategis IPB University Tempatkan Minut Lokus Pengembangan Industri Kelapa Nasional

- Jurnalis

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

π™ˆπ™„π™‰π™π™ – Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema β€œKajian Pengembangan Industri Kelapa Nasional”, berlangsung di Sentra Hotel, Selasa (6/10/2026).
β€Ž
β€ŽKegiatan tersebut dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Utara (π˜”π˜ͺ𝘯𝘢𝘡), 𝘐𝘳 π˜•π˜°π˜·π˜­π˜Ί 𝘎 𝘞𝘰𝘸π˜ͺ𝘭π˜ͺ𝘯𝘨 didampingi Kepala Dinas Pertanian Minahasa Utara π˜‰π˜¦π˜³π˜΅π˜©π˜’ π˜“π˜°π˜Άπ˜΅π˜«π˜¦ π˜’π˜’π˜΅π˜Άπ˜Άπ˜¬.
β€Ž
β€ŽFGD ini menandai dimulainya kajian strategis oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) University yang menempatkan Sulawesi Utara, khususnya Minahasa Utara, sebagai salah satu lokasi khusus (lokus) pembahasan pengembangan industri kelapa nasional.
β€Ž
β€ŽSekda Wowiling dalam sambutannya menyampaikan, apresiasi kepada IPB University melalui Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) yang memilih komoditas kelapa sebagai fokus kajian.
β€Ž
β€Ž”Pembahasan kelapa tidak sekadar menyangkut aspek perkebunan, melainkan juga kehidupan dan sumber pendapatan masyarakat pedesaan. Mayoritas petani di Provinsi Sulawesi Utara, secara khusus di Minahasa Utara, sumber pendapatannya dari kelapa,” ujar Sekda Novly.
β€Ž
β€ŽMenurutnya, komoditas kelapa memiliki potensi sangat besar, namun masih terdapat kesenjangan antara luas areal dan tingkat kesejahteraan yang diterima petani. Sulawesi Utara memiliki areal kelapa yang besar dan termasuk dalam lima besar dunia, tetapi kekuatan areal tersebut belum sepenuhnya mampu menciptakan kesejahteraan bagi petani.
β€Ž
β€Ž”Diharapkan, kajian yang dilakukan IPB dapat menjawab persoalan mendasar mengenai tingkat kesejahteraan petani kelapa, sekaligus menemukan penyebab dan solusi yang dapat diterapkan.” sebut Sekda Minut
β€ŽDisamping itu, Wowiling juga menyoroti pola pengelolaan kelapa yang masih cenderung mengandalkan produk utama berupa buah kelapa atau kopra. Ketika harga pasar turun, kondisi tersebut secara langsung berdampak kepada pendapatan petani.
β€Ž
β€Žβ€œMengacu pada arah kebijakan hilirisasi yang telah dimulai sejak 2025, kedepan tidak hanya menjual buahnya, tetapi juga mengembangkan produk turunan seperti gula semut, olahan sabut, batok, hingga produk industri lainnya agar manfaat ekonomi lebih besar dirasakan masyarakat,” tambahnya
β€Ž
β€ŽKegiatan FGD ini turut dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Kepala Dinas Pertanian Minut Bertha Loutje Katuuk, SP., MAP, serta Kepala Dinas Perindustrian Minut Agnes Tumangkeng, Perwakilan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Utara Jimmy Ringkuangan, AP., M.Si., yakni Edwin Stevi Monding, SP, M.Si., serta perwakilan Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara Drs. Steyfen Rico Lasut, yakni Kepala Bidang Perindustrian Layla Karamoy.
β€Ž
β€ŽUntuk Kajian disampaikan oleh Tim Peneliti Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3), Lembaga Riset Internasional Pembangunan Sosial, Ekonomi dan Kawasan (LRI PSEK) IPB University Tahun 2026.
β€Ž
β€ŽAdanya kajian ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara optimistis dapat menjadi salah satu pusat hilirisasi kelapa unggulan di Indonesia, sejalan dengan dukungan anggaran peremajaan seluas 10.000 hektare pada 2026 serta penguatan industri turunan kelapa.
β€Ž
β€Ž(𝑆𝑅)
Baca Juga :  Diserahkan Sekda Wowiling, Anita Enoch Terima SK Plt, Kembali Dipercaya Pimpin Disdukcapil Minut

Berita Terkait

Realisasi Pajak Minut Capai Rp 82,28 Miliar, Opsen BBNKB dan Pajak Hiburan Lampaui Target, Bapenda Dorong Digitalisasi Pembayaran Mudahkan Wajib Pajak
Launching Banner Informasi Layanan di Seluruh Gerai Indomaret se-Minut, Kadis Lidya Warouw : Hadirkan Kemudahan dan Perluasan Informasi Publik β€Ž
Peduli Kesehatan Warga, Polsek Kauditan Bersama Forkopimcam Bagi Masker dan Suplemen Kesehatan Lindungi Bahaya Polusi serta Kabut Asap
Sasar Pulau Mantehage, Pemkab Minut Hadirkan Pelayanan Merata dan Pastikan Masyarakat Perbatasan Dapatkan Bahan Pokok Harga Terjangkau
Munas Kopek II 2026, Sekjen JG : APKASI Dukung Program Pengembangan Komoditas Kelapa, Peningkatan Produksi dan Hilirisasi Berjalan Beriringan
Diaku Global, Bupati Joune Ganda Terima Plaque of Recognition ICC : Minut Jadi Salah Satu Daerah Sentra Kelapa di Indonesia
Pelantikan Dewan Pendidikan Minut Periode 2026 – 2031, Kadisdik Evelyn : Dukung Visi Misi Bupati Tingkatkan Tata Kelola Pemerintahan
Lobi Bupati Joune, Minut Terima Proyek Berlabel ‘π‘²π’‚π’Žπ’‘π’–π’π’ˆ π‘΅π’†π’π’‚π’šπ’‚π’’ Senilai Kurang Lebih Rp 25 Miliar : Objek Vital Tunjang Kesejahteraan Nelayan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:24 WIB

Realisasi Pajak Minut Capai Rp 82,28 Miliar, Opsen BBNKB dan Pajak Hiburan Lampaui Target, Bapenda Dorong Digitalisasi Pembayaran Mudahkan Wajib Pajak

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Launching Banner Informasi Layanan di Seluruh Gerai Indomaret se-Minut, Kadis Lidya Warouw : Hadirkan Kemudahan dan Perluasan Informasi Publik β€Ž

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Peduli Kesehatan Warga, Polsek Kauditan Bersama Forkopimcam Bagi Masker dan Suplemen Kesehatan Lindungi Bahaya Polusi serta Kabut Asap

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Sasar Pulau Mantehage, Pemkab Minut Hadirkan Pelayanan Merata dan Pastikan Masyarakat Perbatasan Dapatkan Bahan Pokok Harga Terjangkau

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:24 WIB

Diaku Global, Bupati Joune Ganda Terima Plaque of Recognition ICC : Minut Jadi Salah Satu Daerah Sentra Kelapa di Indonesia

Berita Terbaru