๐๐๐๐๐ – Sekretaris Jenderal Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ๐ซ๐ ๐ฑ๐๐๐๐ ๐ฎ๐๐๐
๐ menghadiri Pembukaan Resmi Musyawarah Nasional (Munas) Koalisi Pemerintah Daerah Penghasil Kelapa (KOPEK) II 2026 sekaligus dirangkaikan dengan peringatan ๐๐๐๐๐ ๐ถ๐๐๐๐๐ข๐ก ๐ท๐๐ฆ 2026, di Courtyard by Marriott Manado Hotel, Rabu (7/10/2026).
โ
โDikesempatan tersebut, dalam sambutannya Joune Ganda yang juga Bupati Minahasa Utara mengatakan
โPersoalan pengembangan ktas kelapa tidak hanya berkaitan dengan luas lahan dan produksi, tetapi juga menyangkut regenerasi petani, tenaga pemanjat, kepastian harga hingga hilirisasi.
โ
โMenurutnya, APKASI akan terus mendukung berbagai program yang mendorong pengembangan komoditas kelapa, khususnya di daerah-daerah yang masih memiliki potensi lahan kelapa.
โ
โ”Saya menilai, salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian serius adalah semakin berkurangnya luas lahan kelapa di sejumlah daerah akibat perkembangan wilayah dan alih fungsi lahan.” jelas Sekjen Joune
โ
โIa mencontohkan kondisi di Kabupaten Minahasa Utara. Daerah tersebut, pernah menjadi salah satu sentra produksi kelapa dengan luas areal yang besar di Sulawesi Utara.
โ
โNamun, perkembangan Minahasa Utara sebagai wilayah yang tumbuh cepat membuat sebagian lahan beralih fungsi menjadi kawasan pergudangan, industri dan permukiman.
โ
โโMemang menjadi sesuatu yang sangat menarik apabila kita mampu meningkatkan produktivitas lahan yang ada,โ kata JG
โ
โDi sisi lain, persoalan tenaga pemanjat kelapa juga menjadi tantangan tersendiri. Sebagian besar tanaman kelapa di Minahasa Utara merupakan kelapa dalam yang telah diwariskan secara turun-temurun.
โ
โJoune juga menyoroti persoalan harga kopra yang cenderung berfluktuasi. Ketidakpastian harga dinilai dapat memengaruhi minat petani untuk terus merawat dan memanen tanaman kelapa mereka.
โ
โKarena itu, Joune mendorong agar pengembangan kelapa tidak berhenti pada peningkatan produksi bahan mentah. Hilirisasi harus berjalan beriringan sehingga hasil kelapa memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dan mampu memberikan kepastian penghasilan bagi petani.
โ
โKabupaten Minahasa Utara telah memiliki sejumlah industri pengolahan yang memanfaatkan komoditas kelapa. Kehadiran industri baru, menurutnya, menjadi peluang yang harus dapat dikaitkan dengan peningkatan kesejahteraan petani.
โ
โJoune juga mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan generasi muda yang kini mulai diarahkan menjadi petani milenial.
โ
โMenurutnya, pemerintah daerah jangan hanya mendorong anak-anak muda masuk ke sektor pertanian, tetapi juga harus memastikan mereka memiliki prospek ekonomi yang jelas setelah menjalankan usaha tersebut.
โ
โโSetelah kita sudah endorse, setelah dia sudah menghasilkan, ternyata dia kecewa. Nah, ini kan kami jadi ikut berdosa juga. Kita sudah arahkan dia untuk bisa mengelola atau mencari jalan seperti itu, tetapi ternyata dia kecewa,โ ujarnya.
โ
โIa berharap Munas KOPEK II 2026 dapat menjadi ruang untuk merumuskan langkah konkret dalam menjawab berbagai persoalan tersebut, mulai dari produktivitas, regenerasi petani, tenaga panjat, peremajaan tanaman, stabilitas harga hingga penguatan hilirisasi.
Turut hadir mendampingi Bupati Joune Ganda, yakni Kepala Dinas Pertanian Minut ๐ฉ๐๐๐๐๐ ๐ณ๐๐๐๐๐ ๐ฒ๐๐๐๐๐ dan Kepala Dinas Perindustrian Minut.
โ
โ
โ(๐๐
)
โ
โ