๐๐๐๐๐ย –ย Puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Desa Kaima ke-256 berlangsung meriah, berlangsung di Depan Kantor Desa, Selasa (28/04/2026).
Acara dibuka dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh Wakil Sekretaris Sinode GMIM Bidang Kaum Ibu dan Lansia Pdt. Jefry Saisab M.Th.
โBupati Kabupaten Minahasa Utara ๐ซ๐. ๐ฑ๐๐๐๐ ๐ฎ๐๐๐ ๐ hadir dalam perayaan HUT tersebut mengaku bersyukur dan bangga atas anugerah yang diberikan Tuhan atas HUT desanya.
โDikesempatan itu Bupati JG menyampaikan, saya ingin gambarkan betapa masyarakat begitu bersukacita dan bersyukur dengan peringatan HUT Kaima ke 256 Tahun 2026.
“Semua bertemu di acara ini semua senang sambil meluapkan kegembiraan dan sukacita,” ungkapnya
โIa pun mengatakan dalam waktu dekat akan diadakan pilhut, segala sesuatu sedang dipersiapkan untuk pesta demokrasi tingkat desa.
โ”Saya ingatkan, jangan karena Pilhut nanti kita terpecah belah. Mari tetap jaga rasa persaudaraan seperti pada saat ini. Saya yakin kebersamaan yang dipelihara akan mendatangkan berkat bagi masyarakat Desa Kaima,” ucap Bupati Joune sekaligus mengucapkan selamat HUT Desa Kaima yang ke-256 tahun.
Selanjutnya, Ketua Umum Panitia ๐พ๐๐๐๐๐ ๐ฒ๐๐๐๐๐๐ dalam laporannya, menyampaikan bahwa kegiatan HUT Desa, kepanitiaannya dipercayakan kepada Rukun Kariata yang ada di desa melalui SK Pjb. Hukum Tua Kaima Sesca Vanda Koropit S.Kes., M.Kes.
โ”Ini menjadi program kerja tahunan yang akan dilaksanakan setiap tahun dengan tujuan utama memupuk kebersamaan dan memperkenalkan destinasi wisata, seperti rumah tua, waruga, dan Klewer yaitu wilayah perkebunan yang berlatar belakang Gunung Klabat.
Sementara, Pjb. Hukum Tua ๐บ๐๐๐๐ ๐ฝ๐๐๐ ๐ ๐ฒ๐๐๐๐๐๐ mengatakan, Desa Kaima didirikan sekitar tahun 1700, namun oleh tua-tua di desa masih akan dimatangkan lewat fakta-fakta sejarah desa.
“Untuk sementara, disepakati HUT Desa jatuh pada tanggal 8 April, namun ada beberapa fakta sejarah yang akan ditetapkan kemudian melalui pertemuan tokoh masyarakat, agama, dan tokoh adat pada Kamis, (30/04/2026) untuk kembali menentukan tanggal dan tahun pasti karena ada beberapa fakta yang harus dicocokkan lagi,” jelas Koropit.
HUT kaima lengkap dengan pagelaran budaya Tari Kabasaran, Tari Lili Ryor dan Tari Katreli.
โ(SR)






