πππππ – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Minahasa Utara dipimpin langsung Kepala Dinas π³ππ
ππ πΎπππππ bergerak cepat mengatasi persoalan saluran air di pusat Kota Airmadidi, Kamis (28/05/2026).
β
βLangkah tersebut mengantisipasi potensi luapan air saat curah hujan tinggi, tim teknis diterjunkan langsung untuk membongkar sumbatan drainase di sejumlah titik padat aktivitas,
β
ββLidya Warouw bersama jajaran Bidang Bina Marga menyisir area publik yang selama ini dikenal berdinamika tinggi, mulai dari kawasan Pasar Airmadidi, saluran air di depan RS Tonsea, hingga drainase di sekitar MK dan FreshMart.
β
βKepada sejumlah media, Kadis PUPR Minahasa Utara menjelaskan bahwa βdi lapangan, tim menemukan bahwa mampetnya saluran air utamanya disebabkan oleh akumulasi sedimen tanah dan tumpukan sampah rumah tangga.
β
βFasilitas publik seperti pasar dan rumah sakit adalah prioritas. Hari ini tim langsung bergerak membersihkan titik-titik sumbatan agar daya tampung dan aliran air kembali normal,β ujar Lidya Warouw
β
Dikesempatan itu juga Lidya βtidak sekadar mengawasi pengerjaan teknis, tapi juga memanfaatkan momen tersebut untuk berinteraksi dengan para pedagang dan warga setempat.
“Langkah ini dilakukan guna menyerap aspirasi sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya merawat fasilitas publik.” ungkapnya
β
βKemudianβ, Ia menekankan bahwa kerja keras pemerintah dalam membenahi infrastruktur tidak akan berdampak jangka panjang tanpa adanya kesadaran kolektif dari warga.
β
βββPemerintah membangun dan merawat, namun masyarakat yang menjaga. Kami sangat berharap warga Airmadidi tidak lagi membuang sampah ke saluran air, agar kota kita terhindar dari banjir genangan,β tegas Lidya.
Pemkab Minut berharap, melalui respon taktis ini persoalan genangan di pusat kota dapat diminimalisir, sekaligus memicu kesadaran warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar.
(SR)






