๐๐๐๐๐ – Bupati ๐ซ๐ ๐ฑ๐๐๐๐ ๐ฑ ๐ฌ ๐ฎ๐๐๐ ๐ ๐บ๐ฌ ๐ด๐จ๐ท ๐ด๐ด ๐ด๐บ๐ membawa Kabupaten Minahasa Utara ke Panggung Internasional, dalam Forum UCLG World Assembly (Word Summit of Local and Regional Leaders/Kongres UCLG ke-8), di Palace of Arts and Culture, Tangier – Maroko, Senin (22 sampai 25 Juni 2026).
Dalam forum tersebut, Dr. Joune Ganda, mewakili Indonesia memaparkan strategi perdamaian sosial daerahnya.
Diketahui, kehadiran Joune Ganda dalam kongres tingkat dunia tersebut menjadi sorotan khusus. Pasalnya, Kabupaten Minahasa Utara tercatat sebagai satu-satunya daerah perwakilan dari Indonesia sekaligus kawasan Asia Pasifik yang berhasil menembus daftar finalis penghargaan UCLG Peace Prize mengalahkan sekitar 80 pemimpin kota dan daerah dari berbagai negara.
Pada sesi intervention, dihadapan para pemimpin daerah dari berbagai negara Bupati Minahasa Utara Joune Ganda, hadir sebagai finalis dan pembicara menegaskan bahwa harmoni sosial di Minut tidak terjadi secara instan, melainkan hasil sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat luas.
โโKeberagaman yang kami miliki bukan sesuatu yang memisahkan, melainkan modal sosial yang memperkuat persatuan. Perdamaian harus dibangun bersama melalui komitmen yang berkelanjutan dan kepercayaan antarwarga,โ tegasnya
โLanjutnya, sebagai wujud dukungan konkret, Pemkab Minut telah menetapkan strategi penguatan moderasi beragama melalui alokasi anggaran khusus.
โ”Dana tersebut difokuskan untuk memberikan insentif kepada rohaniwan, membantu pembangunan rumah ibadah berbagai agama, serta memperkuat kelembagaan mitra strategis pemerintah seperti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA).” ungkapnya
Ia juga menekankan bahwa kerukunan adalah fondasi mutlak bagi pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang yang berstatus sebagai destinasi pariwisata prioritas nasional.
Untuk itu, Melalui partisipasi di forum global UCLG ini, Bupati Joune berharap nilai-nilai toleransi, kolaborasi, dan persaudaraan yang telah mengakar di Kabupaten Minahasa Utara dapat menjadi contoh praktik baik (best practices) bagi komunitas internasional dalam menciptakan perdamaian yang inklusif
โ(SR)






