๐๐๐๐๐ – Dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan meredam tekanan inflasi di daerah, Pemerintah Kabupaten (๐๐ฆ๐ฎ๐ฌ๐ข๐ฃ) Minahasa Utara (๐๐ช๐ฏ๐ถ๐ต) sebagai pihak pendamping dalam pelaksanaan yang dilakukan Pemerintah Provinsi (๐๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ณ๐ฐ๐ท) Sulawesi Utara (๐๐ถ๐ญ๐ถ๐ต) bersama Bank Indonesia melalui program ๐น๐๐ ๐๐๐๐ก๐๐ ๐ท๐๐ ๐ก๐๐๐๐ข๐ ๐ ๐๐๐๐๐๐, ๐ช๐๐๐๐ ๐น๐๐๐๐ ๐ด๐๐๐๐ disalurkan langsung ke Pasar Airmadidi, Selasa (15/9/2026).
โ
โLangkah tersebut merespons lonjakan harga cabai rawit yang mulai membebani daya beli masyarakat.
โ
โKepada sejumlah awak media, Kepala Dinas Perdagangan Pemkab Minahasa Utara, ๐ด๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐ป๐๐๐๐
๐, ๐ด.๐บ๐., menegaskan bahwa ini kegiatan dari pemerintah provinsi, Dinas Pangan Provinsi yang bekerja sama dengan Bank Indonesia.
โ
โ”Untuk komoditi yang kita salurkan adalah cabai rawit merah yang didatangkan dari Bolaang Mongondow, lalu didistribusikan langsung kepada pedagang di Pasar Airmadidi,โ jelas Tapada.
โLanjut Tapada menyebutkan, sebanyak 14 titik menerima distribusi cabai tersebut. Total cabai rawit yang disalurkan mencapai 420 kilogram. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari FDP yang sebelumnya sudah dilaksanakan di wilayah lain.
โ
โDisamping itu, dalam menjaga keterjangkauan, harga jual dalam FDP ditetapkan Rp57.000 per kilogram. Penetapan ini dinilai sangat membantu pedagang dan pembeli, mengingat harga cabai atau rica di pasaran Minut saat ini masih sangat tinggi.
โ
โโAkhir-akhir ini harga rica di Kabupaten Minahasa Utara berkisar antara Rp140.000 sampai Rp150.000 per kilogram. Rata-ratanya di angka Rp150.000. Komoditas ini menjadi salah satu penyumbang inflasi tertinggi di daerah kita. Dengan adanya FDP, boleh dikatakan tidak ada kenaikan harga yang memberatkan. Pedagang rica yang ada di Pasar Airmadidi diarahkan untuk menjual rica tersebut di tempat ini,โ terang Kadis Perdagangan Minut
โ
โPemkab Minut tidak berhenti pada distribusi cabai saja. Melalui dana perubahan dan APBD, pemerintah daerah menyiapkan skema pasar murah yang menyasar lebih luas.
โ
โโKami menyiapkan langkah antisipasi. Bersama Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Utara, akan dilaksanakan pasar murah di 10 kecamatan, termasuk di dalamnya 6 kelurahan, 6 pulau, dan 18 desa.” tandas Tapada
โ
โKondisi musim kemarau yang panjang menjadi ancaman terhadap ketersediaan komoditas pertanian. Oleh karena itu, dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari luar daerah, dinilai memberi dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
โโBupati dan Wakil Bupati sangat peduli dengan kondisi ini. Kami berjuang untuk mendapatkan harga komoditas pertanian yang penting atas dukungan semua pihak. Dengan adanya bantuan ini, masyarakat terbantu untuk mendapatkan kebutuhannya, yang pada akhirnya berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat. Saya menilai kegiatan ini positif,โ tegasnya.
โ
โTerpantau, antusiasme warga terlihat jelas saat membeli cabai dalam kegiatan FDP di Pasar Airmadidi. Diharapkan intervensi ini dapat menekan tekanan inflasi daerah, khususnya dari komoditas cabai yang selama ini menjadi pemicu utama kenaikan harga.
โUntuk itu, Kedepan Pemkab Minahasa Utara bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen melanjutkan langkah-langkah stabilisasi, termasuk perluasan pasar murah ke berbagai wilayah, agar beban ekonomi masyarakat dapat terus ditekan.
โ
โ(SR)






