Ilusi Absensi Elektronik dan Rapuhnya Integritas Birokrasi

- Jurnalis

Minggu, 6 September 2026 - 16:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

𝙈𝘼𝙉𝘼𝘿𝙊 – ​Gelombang digitalisasi birokrasi di tanah air kian gencar diterapkan. Di berbagai kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah, sistem absensi berbasis elektronik—mulai dari pemindai sidik jari hingga deteksi wajah berbasis lokasi—kini menjadi instrumen utama penegakan disiplin aparatur sipil negara (ASN).

‎Logikanya sederhana dan seragam: lalai presensi datang atau pulang berarti potongan tunjangan kinerja menanti, bahkan ancaman hukuman disiplin.

‎Inspektur Penerbangan 𝑺𝒂𝒛𝒍𝒊 𝑵𝒖𝒓 𝑪𝒉𝒂𝒍𝒊𝒔 𝑫𝒋𝒂𝒇𝒂𝒓, 𝑺.𝑲𝒐𝒎, 𝑺.𝑨𝒌, 𝑴𝑴 dalam penyampaiannya menyebutkan bahwa​kewajiban presensi tentu tidak perlu diperdebatkan. Ketertiban administratif adalah fondasi dasar tata kelola institusi publik. Namun, persoalan mendasar muncul ketika transformasi digital ini kehilangan ruh utamanya: keadilan penegakan aturan dan keteladanan integritas.

‎​Ironi pertama adalah praktik penegakan regulasi yang kerap tebang pilih. Masih menjadi rahasia umum di berbagai kantor instansi bahwa ada oknum pegawai, bahkan pemangku jabatan tertentu, yang kerap abai terhadap ketentuan presensi namun tetap kebal dari sanksi pemotongan tunjangan. Bagaimana mungkin sebuah sistem menuntut kepatuhan mutlak dari staf, sementara figur pimpinan gagal memberikan keteladanan? Kebijakan disiplin apa pun akan kehilangan legitimasi moralnya jika asas leading by example runtuh di hadapan relasi kuasa.

‎​Ironi kedua yang jauh lebih merusak adalah lahirnya fenomena kehadiran semu: hadir secara raga, tetapi nihil karya. Mesin presensi mencatat kehadiran sempurna di atas kertas, namun jam dinas justru dihabiskan untuk berselancar di media sosial, bermain gim, atau mengobrol santai tanpa luaran kerja yang nyata. Lebih memprihatinkan lagi, konsep work-life balance kerap dipelintir menjadi tameng untuk menolak penugasan, berlandaskan rasa aman palsu bahwa gaji dan tunjangan negara akan tetap mengalir utuh setiap bulan.

‎”​Kondisi ini melahirkan anomali yang berbahaya bagi ekosistem kerja. Jangan sampai birokrasi terjebak pada ilusi administratif: abdi negara yang benar-benar berdedikasi, berintegritas, dan bekerja tuntas justru terpinggirkan hanya karena celah administratif presensi, sementara aparatur yang pasif dianggap “berprestasi” semata-mata karena log masuk dan pulangnya sempurna.” terang Sazli

‎Lanjutnya, ​bagaimana negeri ini dapat mengakselerasi kemajuan jika motor penggeraknya masih terpenjara dalam mentalitas formalitas?

‎​Reformasi birokrasi tidak boleh terhenti pada kecanggihan aplikasi presensi. Parameter penilaian kinerja ASN harus mengintegrasikan kedisiplinan waktu dengan hasil kerja nyata yang terukur.

‎”Lebih dari itu, keadilan penegakan aturan tanpa pandang bulu adalah harga mati demi memulihkan marwah dan integritas pelayanan publik.” tegas Sazli Djafar

‎(SR)

Baca Juga :  Horee!! Pemkab Minut Cairkan Gaji 13 ASN, Bupati JG : Gunakan Dengan Bijak Untuk Kabutuhan Keluarga

Berita Terkait

Babak Baru Kepemimpinan, dr Harrold Gantikan dr Alain Jabat Dirut RSUD Maria Walanda Maramis, Bawa Semangat dan Inovasi ‎
‎Penyegaran Birokrasi, Bupati Joune Percayakan Evelyn Luntungan Pimpin Disdik Minut, Susana Kaunang Camat Likupang Selatan
Kemenpar Puji Pemkab Minut Jadikan Likupang Tourism Festival Agenda Pariwisata Unggulan, DPSP Global dan Berkelanjutan
Pemkab Minut Keluarkan Edaran Antisipasi dan Penanggulangan Dampak Kekeringan Akibat El Nino
Rekom KPK, Pemkab Minut Perkuat Integrasi NIB-NOP, Bangun Pemerintahan Modern, Transparan dan Berbasis Data
‎AOE 2026 Tangerang, Pemkab Minut Perkuat Daya Saing dan Bawa Potensi Lokal di Pasar Internasional
Rapat Pengendalian Inflasi Minggu II di Bulan Agustus 2026, Pantau Perkembangan Harga dan Jaga Stabilitas Daerah
Tahapan di Mulai, Joune – Kevin Lantik Panitia Pilhut Serentak Kabupaten Minahasa Utara Tahun 2026 : Jaga Asas Luber Jurdil
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 07:48 WIB

Babak Baru Kepemimpinan, dr Harrold Gantikan dr Alain Jabat Dirut RSUD Maria Walanda Maramis, Bawa Semangat dan Inovasi ‎

Minggu, 6 September 2026 - 16:14 WIB

Ilusi Absensi Elektronik dan Rapuhnya Integritas Birokrasi

Jumat, 4 September 2026 - 09:16 WIB

‎Penyegaran Birokrasi, Bupati Joune Percayakan Evelyn Luntungan Pimpin Disdik Minut, Susana Kaunang Camat Likupang Selatan

Selasa, 1 September 2026 - 11:09 WIB

Kemenpar Puji Pemkab Minut Jadikan Likupang Tourism Festival Agenda Pariwisata Unggulan, DPSP Global dan Berkelanjutan

Selasa, 1 September 2026 - 08:00 WIB

Pemkab Minut Keluarkan Edaran Antisipasi dan Penanggulangan Dampak Kekeringan Akibat El Nino

Berita Terbaru

Bolsel

Gelar PISB, Pemkab Bolsel Percayakan PWI jadi Pelaksana

Kamis, 10 Sep 2026 - 17:36 WIB