๐๐๐๐๐ – Bupati Minahasa Utara, ๐ซ๐. ๐ฑ๐๐๐๐ ๐ฎ๐๐๐ ๐, menjadi salah satu tokoh kunci yang diwawancarai langsung oleh tim ๐๐๐๐๐๐๐๐, berlangsung di kawasan Jalan Tentara Pelajar, Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026).
Pasca Pilkada, indikator politik Indonesia membidik perspektif para pemimpin daerah dalam riset nasional terbaru yang bertajuk ‘Representasi Politik di Indonesia’.
โJoune Ganda selain rekam jejaknya memimpin Minahasa Utara, kapasitasnya sebagai Sekretaris Jenderal Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dinilai mampu merepresentasikan dinamika dan suara riil pemerintah kabupaten di tingkat nasional.
Dikesempatan itu, โPeneliti Indikator Politik Indonesia, ๐จ๐๐
๐๐ ๐จ๐๐๐, mengungkapkan bahwa riset berskala nasional ini menyasar sekitar 300 kepala daerahโbaik bupati maupun wali kotaโyang terpilih untuk periode 2025-2030.
โ
โTujuan utamanya adalah memotret secara utuh peta kepemimpinan daerah pasca-Pilkada. Kami ingin menggali mendalam mengenai rekam jejak, latar belakang sosial-ekonomi, serta pandangan strategis mereka terhadap arah demokrasi dan tata kelola pemerintahan ke depan,โ ujar Abdul Aziz
Sementara di sesi wawancara, Bupati Joune Ganda memaparkan analisis kritis mengenai tantangan politik pasca-kontestasi di daerah.
Ia pun menegaskan bahwa esensi dari representasi politik bukan sekadar memenangkan jabatan struktural, melainkan bagaimana mengejawantahkan amanah rakyat menjadi kebijakan yang berdampak konkret. Ujian sesungguhnya bagi kepala daerah saat ini adalah merawat dan membangun kembali kepercayaan publik (public trust).
โ
โKunci kepemimpinan daerah hari ini terletak pada transparansi dan pelayanan yang inklusif. Kita harus memastikan kebijakan lokal yang lahir benar-benar pro-rakyat, adil, dan mampu mempercepat kesejahteraan masyarakat,โ ucapnya
โ
Diketahui, โselain membahas visi kepemimpinan, riset komprehensif ini juga membedah isu-isu krusial lain, termasuk representasi gender di birokrasi, efektivitas kebijakan lokal, hingga harmonisasi hubungan antara pemerintah pusat dan daerah.
โ
โHasil akhir dari riset nasional ini nantinya akan diproyeksikan sebagai bahan evaluasi makro sekaligus referensi strategis untuk memperkuat kualitas demokrasi dan akselerasi pembangunan di Indonesia.
(SR)






